Bisnis Fisik? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Share Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Daftar Isi

Pada postingan sebelumnya kita telah membahas mengenai model bisnis berdasarkan fisiknya, dan sekarang saatnya kita bahas model bisnis fisik atau model bisnis berdasarkan fisiknya.

Dilihat dari bentuknya, inilah beberapa model bisnis fisik yang akan kami uraikan untuk Anda >>>

1. Brick and Mortar

bisnis fisik

Model bisnis tradisional yang menjual produk dan jasa melalui toko fisik. Contoh bisnis dengan model seperti ini adalah SPBU, toko kelontong, dan lainnya. 

Model bisnis ini sudah ada dan sudah dikenal lama oleh masyarakat sehingga relatif banyak digunakan. Lokasi usaha biasanya menjadi pertimbangan utama dalam menggunakan model bisnis ini.

Sejak maraknya bisnis online tanpa batasan waktu operasional dan lokasi usaha, maka hal ini pula yang menjadi tantangan utama dalam model bisnis ini.

2. Ecommerce

Sudah sangat marak di abad ini, bisnis yang melakukan transaksi secara online. Model bisnis ini berkembang seiring kemudahan akses internet.

Jika produk yang dijual adalah produk digital seperti ebook, maka tidak perlu lagi membutuhkan gudang.

Salah satu yang memanfaatkan model bisnis ini adalah Gramedia.Com yang menjual buku digital. Bisa dikatakan, ecommerce menjelma menjadi salah satu jenis bisnis paling menjanjikan dan diminati saat ini. 

3. Bricks and Clicks

bisnis fisik

Gabungan dari mortar and bricks dan ecommerce. Bricks and clicks adalah usaha yang memiliki toko offline dan juga memiliki toko online secara bersamaan.

Salah satu yang mendasari lahirnya model bisnis ini adalah keinginan untuk menyediakan kemudahan belanja online bagi konsumen sekaligus tetap mempertahankan konsep belanja offline yang sudah biasa dilakukan. 

Yang menerapkan model bisnis ini sudah banyak, diantaranya bisnis fashion, farmasi, dan lainnya.

4.  Marketplace

Sebuah model bisnis yang memfasilitasi bertemunya seller dan customer via online dengan menggunakan website milik pihak ketiga. Contoh marketplace di Indonesia adalah Tokopedia.

Marketplace memiliki banyak seller yang menawarkan produk yang hampir sama. Marketplace mendapatkan keuntungan dari komisi setiap transaksi terjadi.

Meskipun sedang banyak digemari oleh pebisnis pemula, kelemahan dalam marketplace yaitu persaingan ketat dan margin laba yang kecil menjadi tantangan utama.

5. Dropship

bisnis fisik

Sederhananya, menjual produk pihak lain kepada customer melalui toko online Anda. Bisnis ini bisa jalan tanpa perlu ada aktivitas menyimpan barang atau produk.

Bisnis ini tidak perlu menggunakan banyak modal, namun margin keuntungan juga lumayan kecil. Pendapatan seorang dropshipper berasal dari selisih keuntungan dari transaksi konsumen.

6. Affiliate

Menjual produk pihak lain dengan mengiklankannya ke berbagai channel, dan mendapatkan komisi dari pemilik produk yang diiklankan.

OrderOnline.id juga menyediakan program Affiliate, bagi Anda yang tertarik cukup bergabung dan dapatkan kode serta materi promosi. Anda hanya perlu mengiklankannya tanpa perlu pusing memikirkan materi iklannya.

Featured image by People photo created by lookstudio – www.freepik.com

Share Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram