Brand Awareness? Mengapa Penting? Yuk Simak!

Share Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Daftar Isi

Jika Anda ingin membeli sebuah handphone dan pikiran pertama Anda tertuju pada brand Apple, maka Apple telah berhasil menanamkan brand awareness pada Anda terkait handphone. Begitupun jika Anda ingin membeli laptop dan pikiran pertama Anda tertujut pada Macbook, maka Apple telah berhasil menanamkan brand awareness pada Anda terkait laptop.

Brand awareness melahirkan rasa familiar terkait brand, baik itu namanya, logo, tagline, kualitasnya, maupun hal lain yang berhubungan dengan sebuah brand.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa brand awareness penting? Berikut empat alasannya >>>

1. Customer Trust

brand awareness

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ada dua faktor yang akan membuat calon customer membeli sebuah produk maupun jasa. Pertama adalah seberapa familiar mereka dengan nama brand. Dan kedua, kepercayaan mereka terhadap brand tersebut. Familiar dan kepercayaan bisa dilahirkan dengan brand awareness.

Contoh sederhananya seperti ini, dalam keluarga, Anda ingin membeli sebuah kulkas dengan merek produk Panasonic tetapi kebetulan saudara Anda juga merekomendasikan sebuah kulkas dengan merek yang baru dan belum familiar di telinga keluarga Anda. Meskipun mungkin harganya lebih murah dan memiliki kualiatas yang sama, namun tetap saja Anda lebih memilih membeli kulkas merek Panasonic.

Itu artinya Panasonic telah berhasil melahirkan rasa familiar dan tingkat kepercayaan customer kepada Anda terkait merek mereka di produk kulkas.

2. New Customer

Bagi seorang customer baru, memilih produk yang ingin mereka beli biasanya menanyakan dulu informasi produk tersebut kepada teman dekat agar mendapatkan testimoni. Atau dengan riset sendiri untuk mendapatkan beberapa review. Apa alasannya? Karena seorang customer baru tidak akan membeli produk yang belum pernah dipakai orang lain.

Prinsip dasarnya adalah semakin banyak orang yang tahu tentang sebuah brand, maka semakin besar pula brand tersebut bisa menjaring customer-customer yang baru.

3. Meningkatkan “Brand Equity”

Allie Decker menyebutkan bahwa ada empat hal yang ikut terpengaruh ketika brand equity sebuah brand meningkat. Pertama adalah harga produk bisa semakin meningkat, hal ini terjadi seiring dengan nilai brand dan kesan eksklusif yang meningkat. Kedua adalah semakin banyaknya produk dan jasa yang ditawarkan. Ketiga, harga saham tentu juga akan meningkat. Dan keempat, dampak sosialnya pun akan ikut meluas.

Apa yang melahirkan brand equity? Pengalaman panjang customer dan impresinya yang positif dalam menggunakan produk.

4. Loyal Customer

brand awareness

Brand dengan brand awareness tinggi dapat mempertahankan customer dalam jangka waktu yang lama dan menjadikan mereka sebagai loyal customer.

Ada lima faktor brand awareness yang mendorong loyalitas customer;

  • Pertama, produk atau jasa memberikan kualitas sesuai ekspektasi customer;
  • Kedua, melakukan satu-satunya terobosan di bidangnya;
  • Ketiga, aktif dan kreatif di media sosial;
  • Keempat, kemampuan brand membuat customer senang; dan
  • Kelima kemampuan brand membuat customernya terinspirasi atau merasa tergerak dengan visi yang dimiliki brand.

Semoga artikel yang kami sediakan selalu bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Terima kasih.

Featured image by Mockup psd created by Vectorium – www.freepik.com

Share Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram