Select Page

Adalah hal yang diinginkan oleh para pebisnis – baik bisnis online maupun bisnis offline; meningkatkan omset, meningkatkan penjualan, serta mendatangkan semakin banyak orders baru dan repeat orders.

Bicara tentang cara meningkatkan penjualan toko online Anda, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Dan berikut adalah yang sangat powerful, terbukti berhasil, dan telah dilakukan para marketers kelas dunia untuk meningkatkan omset bisnis online mereka.

1. Tingkatkan Konversi

Rasio konversi adalah persentasi dari jumlah ACTION (konversi) dibagi jumlah pengunjung unik (unique visitors). Misalnya terjadi 7 orders dari 100 unique visitors, maka 7 dibagi 100 sama dengan 0.07 dikali 100 = 7%. Jadi, jika toko online Anda atau sebuah halaman produk Anda yang dikunjungi 100 unique visitors dan terjadi 7 orders, maka conversion rate-nya adalah 7%.

Skenario action sangat beragam, tergantung bagimana cara Anda menerima orderan dari customers, diantaranya:

  1. Landing page → contact WhatsApp (cara manual)
  2. Landing page → order form (cara semi-otomatis, atau bahkan full-otomatis)

Saya contohkan lagi cara menghitung conversion rate:

  1. Yang kontak WA Anda atau team CS Anda 7 orang, yang mengunjungi landing 100 orang. Berarti konversi-nya adalah 7% (7/100 * 100).
  2. Yang mengisi order form 7 orang, yang mengunjungi landing 100 orang. Berarti konversi-nya adalah 7% (7/100 * 100).

Semoga bisa dipahami sampai disini. Ternyata cara menghitung conversion rate tidak susah. Bahkan gampang banget, karena di dunia online semua data bisa di-tracking secara otomatis. Beda dengan bisnis offline yang caranya manual.

Ok lanjut, apa yang terjadi jika Anda bisa melakukan optimasi conversion rate. Yang tadinya 7% menjadi 10% misalnya.

Yang terjadi adalah order bertambah banyak TANPA Anda harus menambah jumlah traffic pengunjung (visitors). Jika Anda menggunakan iklan berbayar dalam mendatangkan traffic ke landing page, tentu saja akan menghemat budget Anda. Biaya iklan tetap sama – tidak bertambah, tetapi jumlah orders bertambah.

Contoh diatas cuman 100 orang pengunjung. Jika dalam skala yang lebih besar – misalnya ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu, atau bahkan jutaan traffic, Anda bisa bayangkan sendiri. Perbedaan omset bisa mencapai ratusan juta sampai dengan milyaran Rupiah, hanya dengan meng-optimasi conversion rate landing page Anda – TANPA menambah jumlah traffic.

Dan berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan conversion rate…

Untuk Order Form

Anda bisa membuat order form (halaman formulir pemesanan produk) yang convert dan professional. Misalnya order form yang otomatis hitung ongkir, atau memasukkan testimonial di order form. Kemudian order form yang prosesnya simpel, tidak ribet, mudah, dan cepat.

Hal tersebut akan meningkatkan rasio orang-orang yang submit untuk memesan produk Anda.

Untuk Kontak WA

Anda bisa meng-optimasi kalimat ajakan atau call-to-action message sebelum prospek meng-klik link ke WhatsApp. Dan tentu saja Anda butuh skill copywriting.

Untuk Landing Page

Untuk landing page atau halaman display produk Anda, cukup banyak hal-hal yang mempengaruhi konversi, diantaranya:

  • Headline yang menarik.
  • Menonjolkan benefits produk.
  • Design yang professional dan membuat layout design for conversions – layout dan design yang fokus ke konversi.
  • Copywriting

Pelajari skill-skill yang saya sebutkan diatas, dari manapun terserah Anda. Asalkan dari sumber yang kredibel.

2. Lakukan Follow-Up

Manfaatkan berbagai macam channel yang tepat untuk prospek, semakin banyak semakin bagus. Misalnya lewat WA, email, SMS, Facebook Retargeting, atau Google Remarketing.

Anda tidak harus menggunakan semua channel, tapi jangan gunakan cuman 1 saja.

follow-up whatsapp

Statistik dari 100 orders yang kemudian kami follow up menggunakan WhatsApp.

Pada gambar diatas, yang hijau artinya sudah di-follow up, yang biru artinya tidak. Jadi kami hanya melakukan follow up 4 kali, yaitu hari pertama, ke-2, ke-3, dan setelah hari ke-7.

Dengan adanya data, kami bisa mengetahui tingkat efektivitas dan konversi follow-up WA pada masing-masing hari.

Dan ingat, follow-up itu bukan berarti memaksakan prospek untuk bayar, tetapi mengingatkan, berkomunikasi, serta membantu mereka untuk bisa order segera. Artinya follow-up berawal dari niat baik Anda, jadi jangan sungkan atau enggan untuk melakukan follow-up.

Tentang follow-up, berikut saya buat resume yang harus Anda lakukan:

  1. Jangkau sebanyak-banyaknya channel, jangan cuman 1 saja.
  2. Lakukan follow-up dengan terstruktur rapih, jangan ada kelewat atau kelupaan.
  3. Kumpulkan data statistik efektivitas follow-up.

3. Sales Funnel

Sales funnel disini artinya menawarkan produk lebih dari 1 ke 1 orang customer atau calon customer (prospek). Tujuannya supaya 1 orang customer membeli lebih dari 1 produk.

Pada bisnis offline pun sudah sering kita jumpai, Anda beli mobil ditawarin paket bundle dengan pemasangan cover jok, kamera, security tambahan, dan lain sebagainya.

Anda ke mini market beli minuman ditawarin pulsa, makanan, dan lain sebagainya. Anda beli tiket bioskop ditawarin popcorn, minuman, dan lain sebagainya.

Untuk contoh di bisnis online, Anda bisa sisipkan opsi (checkbox) produk lain di halaman order, atau Anda tawarkan produk lain setelah halaman order. Atau Anda bisa menawarkan produk lain kepada customers, bisa lewat WhatsApp, email, dan lain sebagainya.

Anda juga bisa menawarkan produk lain walaupun masih dalam proses komunikasi dengan prospek (belum beli). Misalnya: “Sekalian sis dengan kaos kakinya, bundle dengan jilbab jadi dapat diskon…“. Hanya contoh, silahkan Anda sesuaikan dengan kondisi prospek dan komunikasi yang terjadi.

Jaman sekarang, baik bisnis online maupun bisnis offline sudah menerapkan sales funnel. Karena memang works! Sales funnel bisa meningkatkan omset nyaris 2x lipat TANPA perlu menambah jumlah traffic, dan tanpa perlu menambah jumlah customers.

Semoga bermanfaat… Dan jangan lupa SHARE artikel ini 👌 Semoga bisnis Anda makin maju dan omset bertambah, amien.