Hindari Return, Tingkatkan Success Rate

Tingkatkan potensi penjualan dengan menawarkan pilihan pembayaran COD kepada calon customer Anda!

Seberapa penting COD bagi bisnis Anda?

Data dari OrderOnline menunjukkan bahwa setiap bulannya 80% persen konsumen menggunakan COD dalam transaksi pembayarannya, yang jika dinominalkan sebesar Rp 76,2 Miliar per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa minat belanja menggunakan COD sangatlah besar. Bukan tidak mungkin bahwa kedepannya metode transaksi dengan COD akan semakin memudahkan transaksi dan menarik lebih banyak konsumen.

Yang menjadi pertanyaan adalah...
mengapa COD sangat diminati oleh konsumen?

Ada beberapa alasan, diantaranya sebagai berikut...

  1. Memudahakan konsumen yang kesulitan menggunakan metode pembayaran bank transfer (ATM, M-Banking, E-Banking).
  2. Konsumen tidak perlu takut barang tidak dikirim.

Dengan begitu Konsumen dapat menilai toko online Anda memiliki komitmen penuh untuk melayani mereka.

Setelah melihat potensi besar transaksi COD untuk bisnis Anda, tidak ada lagi alasan untuk tidak menawarkan layanan COD pada calon konsumen Anda.

Mengapa Toko Online Anda wajib menawarkan metode COD?
Berikut alasannya...

  1. Menambah kepercayaan konsumen terhadap seller toko online.​
  2. Menyediakan kemudahan dan kepraktisan dalam bertransaksi bagi konsumen.​
  3. Meningkatkan potensi penjualan dan profit.​
  4. Membangun reputasi toko online.​

Namun, seiring perkembangannya, ada beberapa masalah yang sering ditemui dan berpotensi menggagalkan transaksi COD jika terus menerus dibiarkan.

Masalah-masalah COD apa sih yang dimaksud? Kami membagi masalah masalah COD menjadi tiga bagian berdasarkan sumbernya. Berikut uraian lengkapnya...

Masalah-masalah yang terjadi saat proses pengiriman transaksi COD:

A. Masalah yang ditimbulkan pihak Kurir.

  1. Kurir melapor bahwa alamat yang dituju tidak dapat ditemukan. Setelah dikonfirmasi, konsumen menyatakan telah memberikan alamat lengkap.
  2. Kurir melapor bahwa rumah dari alamat yang dituju sedang kosong. Setelah di konfirmasi, konsumen menyatakan bahwa ia selalu berada di rumah.
  3. Kurir tidak mau mengantarkan paket, dengan alasan alamat yang dituju terlalu jauh/sulit ditempuh.
  4. Kurir tidak mau menunggu konsumen menyiapkan uang terlalu lama.
  5. Paket hilang.
  6. Paket rusak.
  7. Barang sudah diterima pembeli, tapi kurir tidak mengambil uang COD (lupa atau tidak paham sistem pembayaran COD).
  8. RETURN sepihak, padahal kurir tidak pernah menghubungi konsumen atau datang ke tempat konsumen.

B. Masalah yang ditimbulkan pihak Logistik.

  1. Criss Cross. Contoh; Barang dikirim BDG-JKT, harusnya masuk JKT Gateway malah ke Bogor Gateway. Hal ini mengakitbatkan paket terkirim lebih lama dari seharusnya.
  2. Alamat tidak dalam jangkauan transaksi COD, padahal saat order alamat yang dituju tersedia.
  3. Proses delivery yang lama, dikarenakan paket tertahan di cabang atau di bandara
  4. Menyuruh konsumen untuk mengambil sendiri paket di gerai

C. Masalah yang ditimbulkan pihak Konsumen.

  1. Paket dibuka oleh penerima sebelum bayar
  2. Paket ditolak penerima.
  3. Penerima tidak dikenal oleh warga sekitar alamat yang dituju.
  4. Konsumen memilih transaksi COD, namun ditengah proses pengiriman, konsumen malah transfer pembayaran.
  5. Konsumen memberikan alamat lama yang sudah tidak dihuni.
  6. Konsumen belum menyiapkan uang cash

D. Faktor Eksternal

  1. Kurir dibegal atau dihadang di tengah jalan
  2. PSBB (contoh; portal ditutup)

Adapun masalah-masalah yang terjadi setelah proses COD selesai, diantaranya...

  1. Orderan tidak masuk Reconcile (proses pencocokan data antara seller dan pihak ekspedisi), padahal sudah deliver
  2. Ongkir yang tertera di file Reconcile tidak sesuai (ter-markup), sehingga ongkir yang dibayarkan lebih mahal dari yang seharusnya

Setiap masalah-masalah COD yang telah disebutkan di atas mempunyai penanganan tersendiri. Masalah yang terjadi dalam transaksi COD biasanya ditangani dengan cara melakukan komunikasi langsung terhadap pihak yang bersangkutan.

Sebagai contoh:

1. Masalah saat proses pengiriman

Yang paling dihindari oleh para seller dalam bertransaksi COD adalah Barang gagal terkirim yang dapat disebabkan oleh masalah-masalah yang telah dikemukakan di atas.

Untuk meningkatkan Success Rate, Anda perlu mengetahui setiap status tracking pengiriman paket dan mengambil tindakan yang tepat.

Misalnya, Anda mengetahui bahwa paket yang Anda kirim tertahan karena alamat pengiriman tidak lengkap, maka tindakan yang harus Anda lakukan adalah meminta alamat yang lebih lengkap kepada customer dan melaporkan perubahannya kepada Kurir/Admin logistik.

Namun kabar buruknya, untuk dapat mengetahui status paket, biasanya Anda harus melakukan cek resi satu persatu.

2. Masalah setelah proses pengiriman

Jika Anda menggunakan layanan COD tanpa perantara (Contoh: Marketplace/Software Jualan Online), Masalah-masalah yang telah dikemukakan di atas (perbedaan jumlah orderan dan biaya pengiriman saat reconcile) seringkali muncul dikarenakan proses merekap data manual yang dilakukan oleh manusia.

Yang harus dilakukan jika masalah ini muncul adalah Anda harus melakukan pencocokan ulang dari semua transaksi bersama pihak logistik.

Sekarang, bayangkan jika Anda memiliki ribuan order setiap bulannya?
tentunya akan sangat menyita waktu dan tenaga Anda bukan?

Nah, Jika Anda menggunakan fitur Logistic OrderOnline.id, Kesulitan dalam proses pengiriman barang akan menjadi sangat ringan. Karena Anda akan terbantukan dengan fitur-fitur yang ada di Logistic Monitoring

Fitur Logistic Monitoring dapat membantu Anda memantau semua pengiriman secara otomatis dan memberikan laporan secara realtime.

Sehingga Anda dapat memberikan feedback dengan cepat untuk setiap paket yang mengalami kendala.

Mulai COD dengan menggunakan fitur Logistic OrderOnline.id sekarang!

© 2021, OrderOnline.id - PT. Ordivo Teknologi Indonesia